Archive for Mei, 2012


OJT PLN Berbasis Proyek

Setelah menulis tentang masa-masa awal ojt dipostingan diklat prajabatan, sekarang saya mencoba berbagi tentang OJT berbasis proyek yang telah selesai kami laksanakan.

Setelah selesai program pembidangan di udiklat, tiba saatnya untuk melaksanakan ojt berasis proyek, di daerah-daerah yang sudah ditentukan oleh PT PLN.

Adapun tahapan OJT berbasis proyek itu adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan dan pembekalan I OJT berbasis proyek
  2. Evaluasi I dan pembekalan II OJT berbasis proyek
  3. Evaluasi II (Akhir) OJT berbasis proyek dan Penutupan Program OJT serta Olimpiade Sains dan Teknologi.

Keseluruhan tahapan program ini harus diselesaikan selama 69 Hari Kerja (HK), jadi semua program tersebut sudah terprogram dengan baik.

Sedikit ulasan mengenai kegiatan tiap-tiap tahapan diatas:

1. Pembukaan dan pembekalan I OJT berbasis proyek.

Kegiatan ini merupakan awal dari program OJT berbasis royek, yang dilaksanakan di daerah-daerah tertentu (sudah ditentukan oleh pusdiklat). Kegiatan ini segera dilaksanakan setelah program pembidangan di Udiklat dinyatakan selesai, jadi mantee akan diantarkan langsung oleh perwakilan udiklat ke lokasi OJT berbasis proyek. Setelah melaksanakan pembukaan program OJT berbasis proyek, dilanjutkan dengan pembekalan I, maka masing-masing mantee akan disebar ke beberapa unit/cabang/area dalam bentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil. Jadi dari sejumlah mantee yang berada di satu wilayah OJT Proyek, akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan disebar ke unit-unit PLN yang ada di wilayah OJT Proyek tersebut. Setelah itu, masing-masing kelompok akan diwajibkan mengerjakan sebuah atau lebih proyek di tempat OJT nya masing-masing. Di tempat OJT ini masing-masing kelompok mantee akan dibimbing oleh mentor selama pengerjaan proyek. Proyek itu sendiri bisa dibuat berdasarkan ide(permintan) mantee atau berasal dari mentor (tempat OJT), tergantung situasi dan kondisi di tempat OJT tersebut.

Kegiatan pembekalan I ini juga meliputi pemetaan karakter masing-masing mantee (Psikotes lengkap), tes kompetensi, dan kerjasama tim.

2. Evaluasi I dan pembekalan II OJT berbasis proyek

Nah, setelah beberapa minggu (biasanya pertengahan masa OJT Proyek), akan ada evaluasi I dan Pembekalan II. Karena OJT adalah proses belajar, maka tentu saja ada evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mantee mengenai proses bisnis PLN, Kompetensi sesuai bidang masing-masing, dan yang terpenting adalah progress proyek masing-masing kelompok.

Dalam pembekalan II ini akan dijelaskan secara lebih detail mengenai pertanyaan-pertanyaan mantee selama menjalani masa OJT, karena tentu saja setelah menjlani kegiatan OJT tersebut akan muncul berbagai pertanyaan terkain dengan bentuk laporan proyek, sistem penilaian, prosedur pembuatan proyek dan lain sebagainya. Yang tak kalah penting dalam kegiatan in adalah pembekalan mengenai olimpiade sains dan teknologi yang akan dilombakan pada akhir masa OJT proyek. tentang evaluasi I ini jangan terlalu tegang lah, 😀 loh kenapa? iya, karena evaluasi I ini hanya betujuan untuk mengetahui progress proyek, belum evaluasi akhir. Artinya jika ada proyek yang terlambat, masih ada waktu untuk memperbaikinya sebelum evaluasi akhir nanti. 🙂

3. Evaluasi II (Akhir) OJT berbasis proyek dan Penutupan Program OJT serta Olimpiade Sains dan Teknologi.

Well, dasar saya menulis postinganini sebenarnya ingin membagikan rangkaian kegiatan akhir ini, akan tetapi alangkah baiknya jika saia uraikan mulai dari awal. 🙂

Kegiatan ketiga ini berlangsung selama tiga hari, dan semuanya berisi kegiatan evaluasi, (tidak ada pembekalan lagi):-D alias FINAL!. Tapi tenang, nggak sesulit yang ada dalam pikiran kita sebelumnya kok :-). Hari pertama kegiatan ini adalah evaluasi mengenai pedoman perilaku, uji kompetensi dan pemetaan karakter. evaluasi ini bertujuan mengetahui perkembangan mantee selama mengikuti OJT, alias membandingkan hasil evaluasi sebelum melaksanakan OJT dengan sesudah melaksanakan OJT.

Hari kedua adalah inti dari kegiata ini, karena disini proyek masing-masing kelompok akan dievaluasi oleh expert sesuai bidangnya masing-masing. Biasanya masing-masing kelompok akan diuji oleh 3-4 orang penguji, dan waktu yang dialokaskan per kelompok biasanya 1 jam. Kunci suksessnya tetap tenang dan jangan grogi, karena salah itu adalah manusiwi apalagi bagi mantee yang masih hitunga bulan bergabung dengan PLN. 😀

Hari ketiga merupakan hari yang ditunggu-tunggu. lho, bukannya masih evaluasi? Yep, benar! masih dalam tahap evaluasi, akan tetapi setidaknya sudah melewat tahappaling gentingnya yaitu evaluasi proyek. Kegiatan hari ketiga ini merupakan olimpiade sains dan teknologi yang dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang, sekaligus pemberangkatan ke medan perang. 😀

Oimpiade sain dan teknologi ini sebenarnya kegiatan terpisah dari OJT, sehingga tidak mempengaruhi kelulusan OJT, karena olimpiade ini bertujuan untuk mengetahui ide-ide kreatif dari masing-masing mantee, so yang punya ide paling kreatif dengan penyajian menarik tentu saja berpeluang besar memenangkan olimpiade ini. Karena berbentuk olimpiade, maka para pemenang masing-masing bidang akan mendapatkan hadiah dari panitia, dan kemungkinan akan diundang presentasi di depan top management atau jalan-jalan ke lokasi-lokasi OJT angkatan selanjutnya. #duh, asyiknya jadi pemenang 😀

Setelah semua kegiatan terlaksana, akhirnya tiba juga saatnya penutupan program, yah… saat perpisahan dengan teman-teman seperjuangan, teman-teman satu kelompok, dan teman-teman satu angkatan, karena masing-masing mantee akan disebar ke berbagai daerah/penempatan masing-masing. Sedih bercampur bahagia karena liburan sudah menanti didepan mata.:-D Begitu sedihnya sampai saya juga harus mengakhiri tulisan saya ini, karena saya tidak kuat lagi mengingat semuanya itu. Terlebih lagi karena saya sudah kehabisan kata-kata untuk dituliskan di mari, heheheh

Baiklah, semoga apapun isi tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang budiman, 🙂 tunggu postingan saya selanjutnya yah,,,, Trims atas waktunya baca tulisan ini. 🙂

Iklan

Bantimurung? nama apaan tuh? mungkin itu yang terbersit di benak anda seketika membaca judul tulisan ini. Well, saya jelaskan sedikit tentang Bantimurung.

Bantimurung adalah sebuah cagar alam yang bertempat di Popinsi Sulawesi Selatan, tepatnya 45 km sebelah utara kota Makassar/Ujung Pandang. Cagar alam ini sendiri diklaim mempunyai luas kira-kira 480 km persegi. Nah, Bantimurung ini termasuk salah satu lokasi wisata populer di kota Makassar, karena memang suasana alamnya yang menakjubkan dan masih asri tentunya.

Itu dia foto pertama yang saya jepret. Yep, namanya memang Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Bantimurung itu sendiri adalah salah seorang Karaeng (Raja dalam adat Makassar) yang terkenal di jaman dulu, dan tempat semedi (tempat meditasi) Karaeng Bantimurung, ada di dalam salah satu Goa di sekitar Taman nasional tersebut.

Gerbang Utama

Foto apalagi nih? Hati-hati ya, sebelum memasuki taman nasional Bantimurung maka anda akan dihadang oleh seekor kupu-kupu dan seekor Kera besar. Takut?  Ah, Nggak ko cuman ngeri aja :-p

Nah, sekarang kita sampai dipusat tamannya, apa saja sih yang ada di Taman ini? Baiklah, disini saya share-kan sedikit pengalaman saya sewaktu berada dan menikmati fasilitas yang ada disana, adapun lokasi-lokasi wisata yang sering dikunjungi disana antara lain:

  • Air Terjun Bantimurung (Bantimurung waterfall)
  • Museum Kupu-kupu (Butterflies Museum)
  • Gua Karaeng Bantimurung (Karaeng’s Cave)
  • Gua Mimpi (Mimpi Cave)

Namanya tempat wisata berskala Nasional sudah pasti ada pajaknya alias tiet masuknya dong. Nah, selesai parkir kendaraan kami bergegas menuju pintu masuk dan saya tidak lupa nge-jepret pemberitahuan harga tiket disitu.

Harga Tiket Masuk/Orang

Lho, emang ada tourist (wisatawan manca negara)? Ada dong, 😀 ternyata sewaktu kami berkunjung kesana, ada juga wisatawan dari manca negara dua orang (sepertinya suami istri). Terang saja mereka jadi bulan-bulanan pengunjung lokal yang berniat berfoto bareng, dan Bule-nya hanya bisa senyam senyum aja tanpa bisa berkata-kata. hahahaha

Air Terjun Bantimurung

Nah, gambar diatas adalah gambar air terjun Bantimurung. Air terjun ini diklaim memiliki tingi kurang lebih 15 meter dan lebarnya kira-kira 20 meter. Disekitarnya ada beberapa fasilitas tambahan yang tentunya dengan biaya tambahan juga seperti untuk sewa ban sebesar Rp. 10.000,- Sarapan pagi nasi kuning seharga Rp. 5.000,- (murah dengan porsi dan rasanya yang lumayan bagus), dan tikar untuk lesehan (tempat duduk), untuk tikar ini tidak sempat bertanya harganya, karena kami memang tidak berencana duduk di tikar. hehehehe

Disebelah kiri gambar tersebut ada tangga menuju ke atas, diatas ada objek wisata yang saya sebutkan sebelumnya yaitu Gua Karaeng Bantimurung (Gua Batu) dan sebelah kanan gambar tersebut ada jalan meunuju Gua Mimpi.

Gua Batu

Nah, di Gua batu ini saya hanya jepret satu foto saja, karena terang saja namanya Gua pasti dalamnya gelap, karena keterbatasan gadget  (no flashlight), saya mengurungkan niat saya untuk jepret foto. Disini ada biaya tambahan lagi lho, ( namanya juga Indonesia 😀 ), untuk masuk ke dalam sebenarnya cukup dengan membayar sewa lampu senter (flashlight) seharga Rp.10.000,-/pcs. Berhubung kami semua orang baru, sekalian saja kami sewa tour guide-nya alias pemandu gua tersebut. Awalnya Daeng (sebutan sopan untuk bapak dalam bahasa Makassar) itu mematok harga Rp. 60.000,- untuk sewa lampu petromaks + Guide. Tapi setelah proses tawar menawar akhirnya daeng tersebut setuju dengan sewa Rp. 50.000,-.

Di dalam gua itu sendiri dijelaskan Daeng tersebut sedikit sejarah gua tersebut dan profil bebatuan yang ada dalam gua tersebut, sampai ke bagian ujung gua yakni tempat semedi dan tempat sembahyang-nya Karaeng Bantimurung. Hmmm lumayan dapat pelajaran sejarah singkat,,, 😀

Selesai dari Gua Batu, saya dan teman-teman saya kembali ke arah pintu masuk Taman Nasional Bantimurung, disana ada satu objek wisata lagi yakni Museum Kupu-kupu.

Pintu Masuk Museum Kupu-kupu

Untuk masuk ke museum kupu-kupu ini cukup bayar sewa masuk seharga Rp. 6.000,-/Orang. Didalam museum ini ada spesies kupu-kupu dengan berbagai family. Konon ada 270 spesies kupu-kupu yang hidup bebas di Bantimurung ini, tetapi data terkahir tahun 2010 hanya bisa ditemukan sebanyak 90 spesies. Nah, di museum ini sendiri ada berbagai family kupu-kupu yang sudah diawetkan, kata pemandunya sih kupu-kupunya mati dulu (dimakan usia) baru diawetkan, tapi kurang tau kebenarannya :-D.

Kupu-kupu yang diawetkan

Untuk menjaga populasi kupu-kupu ini sendiri, di museum kupu-kupu ini sudah disediakan penangkaran kupu-kupu. Menurut penjaganya lumayanlah untuk mempertahankan populasi kupu-kupu tersebut.

Baiklah, sekian dulu pengalaman saya selama bersahabat dengan alam Bantimurung, harapan saya mudah-mudahan anda senang membaca tulisan saya. Semoga bermanfaat, Terimakasih.